Karl Marx (1818 – 1883):
Seorang
Yahudi-Jerman
menetap
di Inggris.
Pemikirannya
tertuang
dalam
Das Kapital.
Frederich Engels (1820 – 1899):
Seorang
pengusaha
Inggris
yang kaya
yang memfasilitasi
terbitnya
Das Kapital,
semboyannya
adalah
“Kaum
Proletar
Sedunia
Bersatulah”
POINT PENTING DAS KAPITAL
• MATERIALISME HISTORIS
• MATERIALISME DIALEKTIS
• REVOLUSI
• NEGARA/NASIONALISME
• MASYARAKAT SOSIALIS
MATERIALISME HISTORIS
Menerangkan bahwa kapitalis akan jatuh dengan sendirinya dan digantikan dengan tatanan sosialis, hanya soal waktu. Soal waktu ini mengakibatkan pecah, Sosial Demokrat dan Sosialisme Radikal/Komunisme)
• Mehrwert (kelebihan
harga);
tenaga
yang diberikan
melebihi
bayaran
yang diberikan,
mengakibatkan
kemiskinan
• Konzentration
(pemusatan);
perusahaan
kecil
akan
mati
dikalahkan
yang besar,
kaum
proletar
akan
semakin
banyak
• Akkumulation (penimbunan);
keuntungan
(kapital/
modal) semakin
tertimbun
untuk
beli
mesin,
tenaga
kerja
berkurang
dan
proletar
bertambah)
• Verelendung
(kesengsaraan);
kaum
proletar
yang semakin
banyak
dan
tidak
memiliki
pekerjaan
akn
menambah
kemiskinan
dan
kesengsaraan
• Krise (krisis);
kemiskinan
dan
kesengsaraan
kamu
proletar
yang semakin
bertambah
jumlahnya
tidak
akan
sanggup
untuk
membeli
barang,
sehingga
akan
terjadi
over produksi
dan
kebangkrutan
dari
para
pengusaha.
Penyelamatannya
adalah
imperialisme.
• Zusammenbruch
(keruntuhan);
karena
krisis
yang tidak
tertahankan
lagi
maka
susunan
kapitalis
akan
runtuh,
pada
saat
inilah
kaum
sosialis
akan
memegang
tampuk
kekuasaan
dengan
susunan
sosialisme.
MATERIALISME DIALEKTIS
Proses sejarah manusia merupakan proses perlantunan atau dialektis bukan proses logis
• Tesis kondisi
realitas
yang ada
dengan
aksi-aksi
yang ada
• Anti-tesis
merupakan
kondisi
yang timbul
karena
tesis,
atau
merupakan
reaksi
dari
aksi
yang ada
• Sintesis merupakan
kondisi
hasil
perpaduan
antara
tesis
dan
anti-tesis,
kondisi
yang dihasilkan
merupakan
akomodasi
dari
dua
kepentingan
tersebut.
Contohnya;
Diktator
– Anarki
– Demokrasi
REVOLUSI
Sejarah manusia adalah sejarah perjuangan antar kelas, perjunangan akan berhenti bila telah terbentuk masyarakat sosial yang sejahtera.
• Masyarakat
sosialis
harus
direalisasikan
melalui
revolusi
• Revolusi
akan
berhasil
bila
telah
industri
telah
mengalami
kematangan
>
80% yang berarti kaum
proletar
sudah
banyak
• Revolusi
akan
berhasil
bila
dilancarkan
terus
menerus
dan
dilancarkan
di seluruh
dunia
NEGARA/NASIONALISME
NEGARA
ADALAH ORGANISASI YANG DIGUNAKAN OLEH KAUM KAPITALIS UNTUK MENINDAS DAN MEMERAS
KAUM PROLETAR. OLEH KARENA ITU NEGARA/NASIONALISME HARUS DIHAPUSKAN DAN
DIGANTIKAN OLEH INTERNASIONALISME DENGAN SEMANGAT KOSMOPOLITAN (MASYARAKAT
ANGGOTA DUNIA)
MASYARAKAT SOSIALIS
Ciri-cirinya adalah: tidak terdapat lagi perbedaan kelas, tingkat kesejahteraan di desa dan di kota sama, taraf ekonomi rakyat sama (sama rata dan sama rasa)
Langkahnya:
- Kaum proletar harus mendapatkan kekuasaan politik melalui revolusi
- Alat-alat produksi harus menjadi milik negara dan tanah harus dibagikan kepada rakyat sama rata/sama rasa
- Diciptakan masyarakat tanpa kelas, penghasilan dinilai dari jasa/kerjanya
- Setiap orang menyumbangkan bakat dan keahliannya dan akan dibalas sesuai kebutuhannya.
ALIRAN SOSIALISME
Marx menyebut bukunya dengan "Manifesto Komunis 1848" . Istilah partai komunis baru muncul 1918 ketika Lenin menyebut partai sosialis lain mangadakan kompromi/ diplomasi, yang berarti menyalahi ajaran Marx.
Sosialisme Demokrat (sosialisme); memilih jalan evolusi, solidaritas/pemogokan, diplomatis dan jalan damai. Masih diberlakukannya kepemilikan perseorangan, hanya masalah hajat orang banyak menjadi milik negara. Distribusi dan konsumsi didasarkan atas kecakapan/jasa
Sosialisme Radikal (komunisme); memilih jalan revolusi fisik/pemberontakan, tidak adanya milik perseorangan. Distribusi dan konsumsi didasarkan oleh kebutuhan
NASIONALISME
Paham
kebangsaan
yang mengakui
bahwa
kelompok
bangsa
memiliki
kesamaan
budaya,
bahasa,
wilayah
dan
cita-cita.
Otto Bauer (1882-1939):
Suatu bangsa adalah suatu kesatuan perasaan dan perangai yang timbul karena
kesamaan nasib.
Contohnya
nasionalisme
yang muncul
di Asia – Afrika.
Hans Kohn :
Nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara dan bangsa. Contohnya adalah Inggris
Louis Snyder:
Nasionalisme adalah hasil dari faktor politik, ekonomi, sosial dan intelektual. Contohnya adalah nasionalisme di
Amerika Serikat
Joseph Ernest Renan (1823-92):
Yang
menjadi
bangsa
adalah
kelompok
manusia
yang ingin
bersatu
dan
ingin
mempertahankan persatuan tersebut. Contohnya adalah Swiss
NASIONALISME
DI EROPA
PENYEBAB:
•
WARISAN FEODALISME
•
PERANAN GOLONGAN BORJUIS
•
RAJA SEBAGAI LAMBANG KEBANGSAAN
•
ANTI MONARKI ABSOLUT
•
REVOLUSI PERANCIS
•
ANTI NAPOLEON
NASIONALISME
DI ASIA
PENYEBAB:
•
ROMANTISME HISTORIS
•
AKIBAT IMPERIALISME
•
MUNCULNYA PERANAN KAUM CENDEKIA
•
PENGARUH PAHAM EROPA (REV. PERANCIS)
•
KEMENANGAN JEPANG VS. RUSIA 1905
• AKIBAT WILSON’S
FOURTEEN POINT DAN ATLANTIC CHARTER.
AKIBAT
NASIONALISME
•
MUNCULNYA NATIONAL STATE
•
PERANG KEMERDEKAAN
• NASIONALISME
BERKEMBANG DAN MENGAMBIL BENTUK LAINNYA SEPERTI CHAUVINISME (RADIKAL) DAN
FASCISME (EKSTRIM)
•
MUNCUL DAN BERAKHIRNYA IMPERIALISME
• BERKEMBANGNYA NASIONALISME DALAM BIDANG LAIN
(PROTEKSIONISME:
MEMBERLAKUKAN BEA MASUK TINGGI AGAR PRODUKSI DALAM NEGERI TERLINDUNGI, AUTARKI:
PEMENUHAN KEBUTUHAN EKONOMI OLEH NEGARANYA SENDIRI)
LIBERALISME
Paham yang mengutamakan kemerdekaan individu sebagai pangkal dan pokok kebaikan hidup
Historis:
Kemunculannya merupakan reaksi terhadap kekuasaan monarki absolut di Eropa hingga abad ke-18. Terkait erat dengan Revolusi Industri dan Kaum Borjuis atau warga kota/urban.
Pengaruh: Bidang
politik
à
demokrasi,
self determination dan
parlemen/
perwakilan
rakyat
dlm
pemerintahan;
Bidang
ekonomià
Kapitalisme;
Bidang
Sosial-Budaya
à
individualisme,
kebebasan
pers,
musik
underground,
hedonisme
dan
atheisme.
DEMOKRASI
Etimologis; demos
(rakyat)
dan
cratein/cratos
(pemerintahan)
Definisi Kuno: pemerintahan
yang meletakkan
kekuasaan
di
tangan
sejumlah
orang
yang dipertuan/
orang
yang punya
kedudukan
penting
dlm
masyarakat.
Definisi Modern: susunan
masy.
yang didasarkan
pada
kemerdekaan
politik,
kebebasan
ruhani
rakyat
dan
persamaan
hak
terhadap
undang-undang.
Susunan masy.
yang ditetapkan
berdasarkan
kekuasaan
orang
yang tunduk
pada
kekuasaan,
dan
penggunaan
kekuasaan
itu
dikontrol
oleh/atas
nama
orang
yang melakukan
kekuasaan
yang dipilih
oleh
mereka
yang akan
tunduk
pada
kekuasaan
itu
sendiri.
Abraham
Lincoln: democracy is government of the
people, by the people and for the people.
2 jenis Demokrasi:
Demokrasi Langsung; sistem
yang terdapat
di negara
kota
(city-state) Yunani
6 – 3 SM, bentuk pemerintahan
yang pembuatan
keputusan
politiknya
dijalankan
secara
langsung
oleh
seluruh
warga
berdasarkan
mayoritas.
Demokrasi tidak langsung; mulai
berkembang abad
ke-19, demokrasi
yang didasarkan
atas
perwakilan
(representative democracy)
rakyat
melaui
wakilnya
inilah
rakyat
menentukan
garis
besar
pemerintahan.
UNSUR DEMOKRASI
Pemilihan Umum; penunjukkan
wakil
rakyat
harus
merupakan
jaminan
bahwa
mereka
memenuhi
persyaratan.
Kepartaian/partijwezen: organisasi
yang terdiri
dari
anggota
masyarakat
yang memiliki
kesamaan
cita-cita
dan
berjuang
untuk
kebahagiaan
nusa
bangsanya.
Representasi
dari
aspiarasi
rakyat.
Oposisi: merupakan
wakil
dari
golongan
yang tidak
ikut
serta
dalam
pemerintahan
langsung,
posisi
mereka
bersebrangan
tapi
berfungsi
sebagai
kritik
sehingga
mereka
merupakan
minoritas.
Voting/pemungutan suara: langkah
yang ditempuh
ketika
kesamaan
suara
(homogeniteit)
tidak
tercapai
dan
tidak
terdapat
alternatif
lain. Voting merupakan diktator
mayoritas. Vox populi vox Dei.
Trias Politika: legislatif
(pembuat
hukum),
eksekutif
(pelaksna)
dan
yudikatif
(pengawasan
pelaksanaan)
Tokoh Pemikir
John
Locke : pembagian
pemerintahan
ke
dalam
tiga
lembaga
federatif,
eksekutif
dan
legislatif.
Montesque : pembagian
pemerintahan
ke
dalam
tiga
lembaga
yudikatif,
eksekutif
dan
legislatif.
Francois
Marie Arouet/Voltaire : menyuarakan
pemikiran
tentang
kemerdekaan
liberte,
egalite,
fraternite.
Jean
Jacques Rousseau : penulis buku
Du Contract Social
menyarakan
bahwa
kekuasaan
pemerintah
merupakan
kontrak
perjanjian
antara
rakyat
dengan
para wakilnya.